Ketika berbicara tentang kuliner khas Afrika Utara, khususnya Maroko, satu nama yang hampir selalu muncul adalah Chicken Tajine. Hidangan ini bukan sekadar masakan ayam berbumbu, tetapi sebuah representasi budaya, tradisi, dan filosofi memasak masyarakat Maroko yang telah diwariskan selama berabad-abad. Ayam Tajine dikenal dengan aroma rempah yang hangat, cita rasa gurih-manis yang seimbang, serta teknik memasak lambat yang membuat daging ayam menjadi sangat empuk dan meresap hingga ke seratnya.
Apa Itu Chicken Tajine?

Ayam Tajine adalah hidangan ayam khas Maroko yang dimasak menggunakan tajine, yaitu alat masak tradisional berbentuk panci tanah liat dengan tutup kerucut. Nama “tajine” sendiri merujuk pada dua hal sekaligus: alat masaknya dan hidangan yang dimasak di dalamnya. Bentuk tutup yang unik memungkinkan uap air berputar kembali ke dalam panci, sehingga masakan tetap lembap tanpa membutuhkan banyak air atau minyak Cookpad
Dalam Ayam Tajine, potongan ayam dimasak perlahan bersama rempah-rempah khas seperti kunyit, jahe, ketumbar, kayu manis, dan saffron. Biasanya ditambahkan pula bahan pelengkap seperti zaitun hijau, acar lemon (preserved lemon), bawang bombay, dan kadang-kadang buah kering seperti aprikot atau kismis.
Sejarah dan Filosofi di Balik Chicken Tajine
Chicken Tajine bukan hanya makanan sehari-hari, tetapi juga sering disajikan dalam acara keluarga, perayaan, dan jamuan tamu. Di Maroko, memasak tajine dianggap sebagai bentuk kasih sayang. Proses memasaknya yang lambat mencerminkan kesabaran dan perhatian terhadap detail.
Tradisi tajine sudah ada sejak zaman suku Berber, penduduk asli Afrika Utara. Mereka menggunakan panci tanah liat karena praktis dibawa dan mampu memasak bahan sederhana menjadi hidangan lezat di tengah kondisi alam yang keras. Hingga kini, filosofi tersebut masih terasa: bahan sederhana, dimasak dengan teknik yang tepat, menghasilkan rasa yang luar biasa.
Ciri Khas Rasa Chicken Tajine
Salah satu daya tarik utama Ayam Tajine adalah kompleksitas rasanya. Tidak ada satu rasa yang mendominasi. Gurih dari ayam, segar dari lemon, asin ringan dari zaitun, serta aroma hangat dari rempah-rempah berpadu secara harmonis.
Berbeda dengan masakan ayam berbumbu pedas atau manis yang kuat, Ayam Tajine menawarkan rasa yang lembut namun dalam. Setiap suapan memberikan lapisan rasa yang perlahan muncul, membuat hidangan ini terasa elegan dan menenangkan.
Bahan-Bahan Utama Chicken Tajine

Meski memiliki banyak variasi, Chicken Tajine umumnya menggunakan bahan-bahan berikut:
Ayam utuh atau potongan ayam (paha dan dada)
Bawang bombay, diiris tipis
Bawang putih
Zaitun hijau
Preserved lemon (lemon asin khas Maroko)
Minyak zaitun
Rempah-rempah: jahe bubuk, kunyit, ketumbar, lada hitam, kayu manis, saffron
Daun ketumbar atau parsley segar
Bahan-bahan ini mencerminkan karakter masakan Maroko yang mengutamakan rempah sebagai penguat aroma, bukan sekadar pemberi rasa pedas.
Cara Memasak Chicken Tajine
Memasak Chicken Tajine membutuhkan waktu, tetapi prosesnya relatif sederhana. Ayam biasanya dimarinasi terlebih dahulu dengan rempah dan minyak zaitun. Setelah itu, bawang bombay ditumis hingga layu, ayam dimasukkan, lalu dimasak perlahan dengan api kecil.
Kunci utama memasak tajine adalah slow cooking. Api kecil memungkinkan bumbu meresap sempurna dan daging ayam menjadi sangat empuk. Preserved lemon dan zaitun biasanya ditambahkan di tahap akhir agar rasa segarnya tetap terjaga.
Bagi yang tidak memiliki panci tajine, hidangan ini tetap bisa dimasak menggunakan panci bertutup tebal atau Dutch oven dengan hasil yang tetap lezat.
Chicken Tajine dan Gaya Hidup Sehat
Menariknya, Ayam Tajine juga sering dianggap sebagai hidangan yang relatif sehat. Penggunaan minyak yang minim, teknik memasak tanpa digoreng, serta pemanfaatan rempah-rempah alami membuat hidangan ini kaya antioksidan dan rendah lemak jenuh.
Ayam sebagai sumber protein dipadukan dengan rempah seperti kunyit dan jahe yang dikenal memiliki manfaat anti-inflamasi. Tak heran jika Ayam Tajine digemari oleh mereka yang menyukai makanan lezat namun tetap seimbang secara nutrisi.
Cara Menyajikan Chicken Tajine
Di Maroko, Chicken Tajine biasanya disajikan langsung di panci tajine dan diletakkan di tengah meja. Hidangan ini disantap bersama roti khas Maroko (khobz) yang digunakan untuk menyendok sausnya. Tradisi makan bersama ini memperkuat rasa kebersamaan dan kehangatan keluarga.
Di luar Maroko, Ayam Tajine sering disajikan dengan nasi couscous, nasi putih, atau bahkan quinoa, menyesuaikan selera lokal.
Popularitas Chicken Tajine di Dunia
Seiring meningkatnya minat dunia terhadap kuliner Timur Tengah dan Afrika Utara, Tajine semakin dikenal secara global. Restoran Maroko di Eropa, Amerika, dan Asia menjadikan hidangan ini sebagai menu andalan. Bahkan banyak koki internasional mengadaptasi ayam Tajine dengan sentuhan modern tanpa menghilangkan karakter aslinya.
Di Indonesia sendiri, Ayam Tajine mulai dikenal melalui restoran Timur Tengah dan konten kuliner digital. Rasa rempahnya yang kaya sebenarnya cukup dekat dengan lidah Nusantara, sehingga mudah diterima oleh pecinta kuliner lokal.
Mengapa Chicken Tajine Layak Dicoba?
Chicken Tajine bukan sekadar makanan, tetapi sebuah pengalaman rasa dan budaya. Setiap bumbu memiliki cerita, setiap proses memasak mengajarkan kesabaran, dan setiap sajian menghadirkan kehangatan.
Bagi pecinta kuliner yang ingin menjelajah rasa baru tanpa harus terlalu ekstrem, Ayam Tajine adalah pilihan sempurna. Hidangan ini mengajak kita untuk melambat sejenak, menikmati aroma, dan menghargai proses dalam memasak.
Penutup
Chicken Tajine adalah bukti bahwa masakan tradisional mampu bertahan melintasi zaman dan budaya. Dengan bahan sederhana, rempah yang tepat, dan teknik memasak yang penuh perhatian, hidangan ini menjadi salah satu ikon kuliner Maroko yang mendunia. Jika Anda ingin mencoba sensasi masakan internasional yang kaya rasa namun tetap bersahaja, Chicken Tajine adalah jawabannya.
Baca fakta seputar : Food
Baca fakta seputar : Mie Kocok: Cita Rasa Legendaris yang Menggugah Selera dan Selalu Bikin Rindu

